Jumat, 10 Oktober 2014

Ikhwan Berbulu Musang Berbau Domba

Sebut saja Jaka Sutisna (bukan nama sebenarnya). Jaka seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu PTS Jakarta. Sang Jaka aktif di kegiatan dakwah baik kampus ataupun SMA tempat ia dulu menuntut matematika. Penampilan Jaka sama dengan ikhwan lainnya.

Namun berbeda dari ikhwan yang lainnya. Jaka dikaruniai oleh Allah Ta’ala berupa fisik yang terlihat sempurna. Mungkin hal ini terbentuk lantaran aktivitas Jaka yang suka berolahraga. Kulit Jaka juga terlihat putih bersih mirip model-model majalah-majalah remaja. Tak lupa kacamata khasnya yang makin menambah kesan intelektualitasnya.

Jaka juga tercatat sebagai seorang mahasiswa yang cerdas. Beberapa masalah ditangannya dapat segera tuntas. Selain cerdas Jaka juga terlihat bijaksana setidaknya begitu menurut para Community Jaka Lovers yang kebanyakan para akhwat’s. Atas dua hal diatas. Maka Jaka Sutisna pun ditampuk oleh para Jaka Lovers menjadi semacam penasehat atau guru spiritualitas.

Status-status Fb atau tweet Jaka pun berkutat pada masalah percintaan. Bak pujangga abad 3 SM ia menguntai kata-kata nun indah begitu meresap di hati para lawan maupun kawan. Tak pelak status-statusnya tersebut sering mendapat pujian. Dari mulai jempol (like this) sampai ucapan terima kasih ”makasih ya kak, syukron akhi atas tausiyahnya” banyak juga yang bertaburan.

Tak sampai disitu, Jaka pun menjadi tempat curahan para penggemarnya. Seperti layaknya tong sampah yang selalu terbuka. Ia menerima pengaduan berbagai masalah yang tengah dihadapi teman-temannya. Akan tetapi anehnya kebanyakan atau malah semuanya adalah wanita. Jaka yang memang supel terlihat begitu menikmati aktivitasnya.

Untuk mengakrabkan suasana Jaka selalu mempergunakan jurus-jurus mautnya. Pada awalnya niatan Jaka hanya agar para pendengarnya merasa nyaman dengan dirinya. Tapi lagi-lagi anehnya jurus ini hanya berlaku bagi teman-teman wanitanya.

Sering sekali Jaka mengirim SMS seperti berikut kepada para –lagi-lagi perempuan- audiensnya.

”Kemarin Malam t’lah kukirimkan seorang bidadari untuk menjaga tidurmu. Akan tetapi tak lama kemudian bidadari tersebut kembali, sambil marah-marah ia berkata kepadaku ”ngapain bidadari suruh jaga bidadari”

SMS tersebut juga disertai dengan simbol-simbol seperti berikut :-), ^_^V dan semacamnya.

Mendadak Jaka telah berubah seperti ustadz muda yang gemar memberikan tausiyah. Tentunya lewat forum SMS serta jaringan dunia maya miliknya. Tapi menjadi aneh ketika dalam dunia nyata. Jaka ternyata tak banyak mengumbar nasihat kepada sesama teman Ikhwan seperjuangannya.

Jaka, lagi-lagi mendadak sebagi seorang guru. Bahasa yang ia pakai dalam percakapan dengan ”mutarobi akhwatnya” adalah aku-kamu. Dan anehnya juga bahasa-bahasa aku-kamu hanya ia tunjukkan kepada para akhwat-akhwat yang memang lugu. Padahal bahasa sehari-harinya adalah saya-anda atau pun gue-elu. Huffth aneh, tapi kenyataannya toh memang seperti itu.

Jaka, juga menjadi sorang murobbi dadakan. Sering kali ia memberikan semangat kepada para binaan yang lagi-lagi perempuan. Tak lupa SMS tausiyah pun sering ia hadirkan. Terutama terkait topik-topik peribadahan. Dari mulai puasa sunnah, qiyamul lail, sampai tiliwah quran harian. Dan parahnya hal-hal tersebut tak didapatkan dikalangan ikhwan.

Obrolan via SMS dijadikan sebagai ajang pembuangan bonus. Maklumlah namanya juga anak kampus. Obrolan berkisar dari masalah dakwah sampai masalah ingus. Pokoknya masalah-masalah yang benar-benar sangat tidak serius. Tak masalah seberapa pegalnya tangan mengetik, yang penting komunikasi jalan terus.

Tak sedikit para akhwat yang terjerat jaring emasnya Jaka. Entah karena keluguan mereka atau mereka-merekanya saja yang terbutakan oleh asmara. Bukan 1, 2 akhwat saja. Melainkan sudah mencapai angka belasan akhwat yang sudah akut terkena kena virus merah muda. Sudah tak terhitung berapa banyaknya para akhwat yang sudah dijanjikan untuk menikah dengan dirinya. Tapi sama dengan yang katanya wakil rakyat di negeri kita. Nyata-nyatanya itu hanya pepesan kosong dan sekedar retorika belaka.

Belakangan Jaka tak diketahui rimbanya. Ia mengganti semua nomor HP serta akun jejaring sosial miliknya. Para pemujanya bingung hendak mencari Jaka yang entah ada dimana. Ya begitulah Jaka, mendadak ia seperti Jelangkung yang pergi secara tiba-tiba. Sampai hari ini pun orang-orang tidak mengetahui keberadaan ”Kak Jack” begitulah ia biasa disapa.


Kebohongan Pelaku PACARAN (Khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah

Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.

Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi berdua duaan tersebut?

Baru-baru ini, sebuah riset ilmiah membuktikan sendiri tentang bahaya berdua duaan.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang laki laki yang berduaan dengan seorang wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol.

Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian (seorang laki laki) yang diuji coba hanya dengan mengkhayalkan tentang seorang wanita dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari mengeluarkan hormon tersebut.

"Cukup anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon anda dalam proporsi tinggi betul betul nyata," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya............NAFSU SEKSUAL.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tegangan yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan jenis (bukan mahram), dan tegangan tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar!

Para peneliti mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis disekitar pria, sang pria kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan sang wanita. Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini jika diulang (artinya jika keadaan seperti itu dibiarkan), bukan cuma mustahil akan bermunculan berbagai penyakit kronis, masalah psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya, tetapi sudah memasuki hal yang PASTI. Inilah juga sebabnya Rosulullah saw berulang ulang mengingatkan kita agar berhati hati terhadap wanita, bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari KAUM WANITA

Sudah sejak 1500 tahun yang lalu Nabi saw bahkan memberi sinyal akan hal itu lewat sebuah hadits. "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga"

Allah swt selaku sang Pencipta sudah betul betul memberikan manusia sebuah piranti lunak dan piranti keras termasuk petunjuk pemakaiannya. Tidak ada alasan lain bagi kita sebagai manusia selain bercermin dan membaca situasi itu lewat petunjuk pemakaiannya itu.

Jadi, jika ada dari pembaca situslakalaka yang melihat lawan jenis sedang berduaan, maka dari penjelasan ilmiah dan sinyal Allah swt diatas, YAKINLAH jika keduanya sedang terlibat sebuah getaran NAFSU yang sangat dahsyat, yang belum satupun makhluk di muka bumi ini yang bisa membendungnya apalagi menolaknya sekalipun itu seorang yang mengaku dirinya MUSLIM & MUSLIMAH.

Kalian setuju atau tidak, tetapi sungguh Allah telah membongkar kedok para pelaku PACARAN dengan sebuah pengetahuan modern dimana kalian berkiblat kepadanya. Jika anda masih berkeras, lalu ada rahasia apa dibalik perintah Allah swt yang menyuruh para orangtua memisahkan anak mereka ketika sudah berusia baligh? mengapa pula Allah swt mengatakan jika berduaan dengan Ipar berarti maut? belum cukupkah bukti bukti dimata anda? (mnh/alkaheel/eramuslim)

Bukan Gelasnya Yang Nikmat, Melainkan Teh Manisnya

Pada suatu pagi yang cerah, guru mengaji saya mengundang muridnya dalam suatu pertemuan di rumahnya, beberapa rekan yang di undang adalah orang yang sudah mapan dan mempunyai karir yang cukup gemilang. Setelah mengucapkan salam, pagi itu semua bercerita tentang keluhan masing-masing tentang kehidupan, tentang susahnya hidup.

Seperti lazimnya menyuguhkan tamu. Ustad saya menyuguhkan Teh panas dalam sebuah teko. Uniknya, ustad tersebut menyuguhkan teh hangat dalam berbagai jenis gelas mulai dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah sembari mengatakan pada para peserta pengajian tersebut untuk menuang sendiri dan memilih sendiri gelas yang diinginkannya

Setelah semua tamunya mendapat segelas teh di tangan, Sang ustad itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua gelas yang indah dan mahal telah kalian ambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun hal itu adalah wajar bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami." Kami semua terhenyak.

"Bukankah gelas itu tidak mempengaruhi kualitas teh yang kalian minum barusan?. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah Teh Manis tersebut bukan?, bukan Gelasnya, namun kalian secara sadar mengambil Gelas paling bagus dan tanpa memperdulikan Gelas lain"

"Sekarang dengarkan baik baik : Kehidupan itu bagai Teh Manis, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah Gelasnya.

Gelas bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis Gelas yang kita miliki tidak mewakili atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada gelas, kita gagal untuk menikmati Teh Manis hangat yang Allah swt sediakan bagi kita."